Skip to main content

Peluang di Saham SSIA

SSIA atau Surya Semesta Internusa Tbk merupakan sebuah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) yang bergerak di bidang: usaha bahan bangunan, real estate, kawasan industri, manajemen gedung, dan lain-lain. Profil lebih langkapnya dapat anda baca pada link ini. Pemilik saham (shareholders) terbesarnya adalah: Publik (masing2 di <5%) sebanyak 61.5%; PT Arman Investments Utama sebesar 9.8%, PT Persada Capital Investama sebesar 7.9% dan lain-lain. 

Berikut ini disajikan Chart harian SSIA per tanggal 15 Februari 2018 selama 150 hari. Pada tanggal 15 Feb, SSIA dibuka dan ditutup di harga 580 dengan harga terendah di 575 dan harga tertinggi di 590. 



Indikator RSI yang berada dalam posisi Golden Cross mengindikasikan bahwa, dlm jangka pendek, pergerakan harga cenderung positif. Jika melihat ke dalam Chart, terlihat bahwa 5 Candle terakhir menyajikan formasi HH HL (Higher High & Higher Low). Candlesticks tersebut mengindikasikan bahwa harga akan bergerak cenderung naik. Penutupan harga di atas garis MA jangka pendek, MA jangka menengah, dan MA jangka panjangnya mengindikasikan bahwa SSIA siap memulai uptrend-nya. Uptrend tersebut belum terkonfirmasi karena garis MA8 jangka pendek (garis berwarna hijau) masih berada di bawah garis MA yang lebih panjang (navy blue color). Garis Volume MA (VMA) jangka pendek yang masih berada di bawah garis VMA yang lebih panjang (death cross) juga menjadi salah satu keterbatasannya. 

Pendapat:
SSIA (580) masih berada di persimpangan jalan, sebelum siap memulai uptrend-nya. Support terdekatnya (S1) berada di rentang harga 575-560 sedangkan resisten terdekatnya (R1) berada di rentang harga 600-615 dan R2-nya di rentang harga 640-655. View penulis tidak berubah selama harga SSIA tetap berada di atas S1-nya atau bahkan bisa tembus (breakout) R1-nya. 

Disclaimer:
Pendapat ini diberikan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh penulis. Tujuannya adalah sebagai referensi tambahan bagi trader/investor di Bursa Efek Indonesia (IDX). Pendapat ini tidak dimaksudkan untuk mempengaruhi keputusan (beli, tahan, atau jual) dari para pembaca. Oleh karena itu, penulis tidak bertanggung jawab apapun terhadap keputusan yang diambil oleh para pembaca. It's your action thus it is fully your responsibility!

Contacts:
Twitter    : @LowFreqTrading
Telegram : https://t.me/SaelsitaStocks
Facebook : Saelsita Stocks

Comments

Popular posts from this blog

Profit Taking (Partially) at JSMR With Net Profit Margin 10.9%

Today, JSMR was closed at 5350 with opening at 5425, highest at 5500, and lowest at 5275. JSMR's RSI line formed dead cross formation on Aug 3 and the closing price was below its shortest MA's line. With today's closing price, the MACD line also formed dead cross formation. Thus, the writer decided to sell some of its portfolio at the post closed period. Thus realize the net profit margin around 10.9% . #NPM Below is the screenshot of the sell trade. Contacts : Twitter      : @LowFreqTrading Telegram  : t.me/SaelsitaStocks Facebook : Saelsita Stocks

Profit Taking (Closed All Position) at BMTR

Sebelumnya saya telah menjual sebagian portfolio saya di saham BMTR (Global Mediacom Tbk). Detail -nya dapat dilihat disini . Hari ini saya menjual sisa portfolio saya di saham BMTR karena 3 candle terakhir pada saham BMTR membentuk formasi Lower Low ( LL ) dan Lower High ( LH ). Sisa BMTR saya terjual di 650 pada saat post-closed . Sebenarnya keputusan ini cukup spekulatif karena indikator yang lain, walaupun belum mendeteksi sinyal reversal , tetapi mengindikasikan bahwa penurunannya mulai tertahan. Indikator yang dimaksud adalah bahwa: 1) Hari ini harga BMTR ditutup naik Rp10 ke 650, dan 2) indikator RSI terlihat mendatar/flat walaupun masih berada dekat area overbought . Berikut ini disajikan chart  saham BMTR per penutupan perdagangan di hari Selasa, tanggal 16 Mei 2017. Contacts : Twitter    : @LowFreqTrading Telegram : t.me/SaelsitaStocks Facebook : Saelsita Stocks

Profit Taking Pada Saham LPPF - Matahari Department Store Tbk

Sebelumnya telah disampaikan bahwa ada peluang di saham LPPF pada link LPPF ini . Pembelian telah dilakukan pada tgl. 9 Oktober 2020. Pada tanggal 23 Oktober ( post closed ), penulis melakukan profit taking pada saham LPPF di harga 985 karena munculnya sentimen negatif berupa news kinerja LPPF Q3 yang masih rugi pada link ini . Keputusan merealisasikan keuntungan tipis tersebut diambil karena news tersebut dan pergerakan harga sahamnya yang  downtrend sehingga dilakukan mitigasi risiko capital loss dengan melakukan aksi jual  sahamnya walaupun dengan marjin keuntungan bersih pada kisaran <=5% saja. Berikut disajikan screenshot penjualan saham tersebut.   Contacts : Trading santai di Saham (Telegram channel); @LowFreqTrading (Twitter); @saelsita (Instagram), dan simtar11@gmail.com ( E-mail ).