Skip to main content

Ada Peluang di Saham PSAB

PSAB atau PT J. Resources Asia Pasifik Tbk adalah sebuah perusahaan induk, yang berinvestasi dan mengelola pertambangan emas bersama dengan bisnis logam mulia lainnya di wilayah Australasia. Pemegang saham pengendali utama Grup adalah Jimmy Budiarto. Pemilik saham utamanya adalah: J Resources Mining Limited sebesar 92.5% dan Publik (masing2 <5%) sebesar 7.5%. Profil PSAB tersedia di link ini

Berikut ini disajikan Chart harian saham PSAB selama 150 hari sebelumnya. Pada tanggal 15 Feb 2018, saham PSAB dibuka dan ditutup di harga 189, dengan harga terendah di 186 dan harga tertinggi di 192. 




Indikator RSI terlihat berada dalam posisi Golden Cross dan berada di atas angka 50. Hal ini mengindikasikan bahwa ke depannya harga akan cenderung bergerak positif (naik). Tetapi formasi Candlestick-nya menunjukkan hal yang berbeda dengan RSI, yaitu cenderung mengindikasikan pergerakan harga yang berkonsolidasi (sideway). Indikator garis MA mengindikasikan bahwa harga akan bergerak turun dalam jangka pendek. Indikator VMA cenderung mengindikasikan bahwa volume perdagangan saham PSAB adalah sideway juga.

Pendapat:
PSAB (189) sedang bergerak sideway dengan rentang harga support (S1) 176-173 dan resisten (R1) di rentang harga 198-202. Bagi yang belum punya dapat menerapkan strategi Beli di Support (Buy on Support) dengan tetap menyediakan dana cadangan untuk melakukan average down. Trend sideway akan berubah jika harga PSAB mampu breakout R1 dan garis MA200-nya (brown color). Kepemilikan atas saham PSAB biasanya dapat dijadikan sebagai saham hedging jika terjadi sesuatu hal yang berdampak buruk terhadap saham-saham secara mayoritas. 

Disclaimer:
Pendapat ini diberikan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh penulis. Tujuannya adalah sebagai referensi tambahan bagi trader/investor di Bursa Efek Indonesia (IDX). Pendapat ini tidak dimaksudkan untuk mempengaruhi keputusan (beli, tahan, atau jual) dari para pembaca. Oleh karena itu, penulis tidak bertanggung jawab apapun terhadap keputusan yang diambil oleh para pembaca. It's your action thus it is fully your responsibility!

Contacts:
Twitter    : @LowFreqTrading
Telegram : https://t.me/SaelsitaStocks
Facebook : Saelsita Stocks

Comments

Popular posts from this blog

Profit Taking (Partially) at JSMR With Net Profit Margin 10.9%

Today, JSMR was closed at 5350 with opening at 5425, highest at 5500, and lowest at 5275. JSMR's RSI line formed dead cross formation on Aug 3 and the closing price was below its shortest MA's line. With today's closing price, the MACD line also formed dead cross formation. Thus, the writer decided to sell some of its portfolio at the post closed period. Thus realize the net profit margin around 10.9% . #NPM Below is the screenshot of the sell trade. Contacts : Twitter      : @LowFreqTrading Telegram  : t.me/SaelsitaStocks Facebook : Saelsita Stocks

Profit Taking Pada Saham LPPF - Matahari Department Store Tbk

Sebelumnya telah disampaikan bahwa ada peluang di saham LPPF pada link LPPF ini . Pembelian telah dilakukan pada tgl. 9 Oktober 2020. Pada tanggal 23 Oktober ( post closed ), penulis melakukan profit taking pada saham LPPF di harga 985 karena munculnya sentimen negatif berupa news kinerja LPPF Q3 yang masih rugi pada link ini . Keputusan merealisasikan keuntungan tipis tersebut diambil karena news tersebut dan pergerakan harga sahamnya yang  downtrend sehingga dilakukan mitigasi risiko capital loss dengan melakukan aksi jual  sahamnya walaupun dengan marjin keuntungan bersih pada kisaran <=5% saja. Berikut disajikan screenshot penjualan saham tersebut.   Contacts : Trading santai di Saham (Telegram channel); @LowFreqTrading (Twitter); @saelsita (Instagram), dan simtar11@gmail.com ( E-mail ). 

Profit Taking (Closed All Position) at BMTR

Sebelumnya saya telah menjual sebagian portfolio saya di saham BMTR (Global Mediacom Tbk). Detail -nya dapat dilihat disini . Hari ini saya menjual sisa portfolio saya di saham BMTR karena 3 candle terakhir pada saham BMTR membentuk formasi Lower Low ( LL ) dan Lower High ( LH ). Sisa BMTR saya terjual di 650 pada saat post-closed . Sebenarnya keputusan ini cukup spekulatif karena indikator yang lain, walaupun belum mendeteksi sinyal reversal , tetapi mengindikasikan bahwa penurunannya mulai tertahan. Indikator yang dimaksud adalah bahwa: 1) Hari ini harga BMTR ditutup naik Rp10 ke 650, dan 2) indikator RSI terlihat mendatar/flat walaupun masih berada dekat area overbought . Berikut ini disajikan chart  saham BMTR per penutupan perdagangan di hari Selasa, tanggal 16 Mei 2017. Contacts : Twitter    : @LowFreqTrading Telegram : t.me/SaelsitaStocks Facebook : Saelsita Stocks